PERMAINAN BOMBIK (PERMAINAN BONGKAR
PASANG) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR SIMBOLIK
Wahyuningsih 1,
Sulistianingsih2, Lina Marliani3, Hara Permana4
Universitas Islam Bunga
Bangsa Cirebon
|
Keywords |
Abstract |
|
The ability to think
symbolically, Bomb game |
The problem is that there
are still many children who have not yet reached the cognitive ability
indicators, and there are still children who have difficulty thinking
symbolically. Because there are reasons that lead to the fact that the
initial situation for improving children's cognitive abilities is not
optimally in accordance with the traditional learning process, namely
teachers still use a saturated book environment. The aim is to evaluate the
effect of the intervention on the variables being measured. The data
collected were the results of symbolic thinking tests before and after using
the Bombik Game. This shows that the Sig value is 0.000 < 0.05. This
research is research using a quantitative approach with a pre-experimental
design. This research design examines the effectiveness of implementing the
Bombik Game on symbolic thinking abilities in Group A children at the
Al-Jazuli Islamic Kindergarten, Losari District, Brebes Regency. This
research design is a One Group Pretest-Posttest Design. One group
pretest-posttest research is a type of experimental research where one group
of subjects is measured at two different times: before (pretest) and after
(posttest) a particular intervention. The ability to think symbolically
before implementing the bombik game at the Al-Jazuli Brebes Islamic
Kindergarten can be seen from the test results with a percentage of 44.23%
and is included in the low category. The ability to think symbolically after
using the bombik game at Al-Jazuli Brebes Islamic Kindergarten. This shows
very good results, where students seem enthusiastic in learning to count numbers,
in introducing the concept of numbers and recognizing number symbols before
using the bombik game. Because the results of data processing can be proven
to be 71.67% with very good interpretation. |
|
Kata Kunci |
Abstrak |
|
Kemampuan berfikir simbolik, Permainan Bombik |
Permasalahannya yakni masih banyak anak yang belum bisa mencapai
indikator kemampuan kognitif, dan masih ada anak yang kesulitan berfikir
simbolik. Karena ada alasan yang mengarah pada fakta bahwa situasi awal untuk
meningkatkan kemampuan kognitif anak tidak secara optimal sesuai dengan
proses pembelajaran tradisional, yaitu guru masih menggunakan lingkungan buku
yang jenuh. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi efek dari intervensi terhadap
variabel yang diukur. Data yang dikumpulkan adalah hasil tes berfikir
simbolik sebelum dan sesudah menggunakan Permainan Bombik. Hal ini ditunjukan
diperolehnya nilai Sig adalah 0,000 < 0,05. Penelitian ini merupakan
penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra
eksperimen. Rancangan penelitian ini mengkaji keefektifan penerapan Permainan
Bombik terhadap kemampuan berfikir simbolik pada anak Kelompok A di TK Islam
Al-Jazuli Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Desain penelitian ini Merupakan
One Group Pretest-Posttest Design.�
Penelitian one group pretest-posttest Merupakan jenis penelitian
ekperimental dimana satu kelompok subjek diukur pada dua waktu yang berbeda:
sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) dijadikan intervensi tertentu.
Kemampuan berfikir simbolik sebelum penerapan permainan bombik di TK Islam
Al-Jazuli Brebes dapat dilihat dari nilai kemampuan hasil tes dengan
persentase sebesar 44,23% dan termasuk dalam ketegori rendah. Kemampuan
berfikir simbolik setelah menggunakan permainan bombik di TK Islam Al-Jazuli
Brebes. Hal ini terlihat hasil yang sangat baik, dimana siswa tampak antusias
dalam pembelajaran berhitung bilangan, dalam mengenalkan konsep bilangan dan
mengenal lambang bilangan dengan sebelum menggunakan permainan bombik. Karena
dapat dari hasil pengolahan data dapat dibuktikan 71,67% dengan interpretasi
sangat baik. |
Corresponding Author: Wahyuningsih
PENDAHULUAN
Pendidikan anak usia dini memainkan peran
penting dalam membentuk dasar-dasar perkembangan anak. Menurut Hayati &
Syofyan (2021), pendidikan anak usia dini melibatkan pendekatan holistik yang
mencakup aspek kognitif, fisik, sosial, dan emosional anak. Tujuan utama
pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah mendukung tumbuh kembang anak secara
optimal dalam berbagai bidang, termasuk perkembangan bahasa, motorik, kognitif,
sosial, dan emosional.Pentingnya pendidikan anak usia dini tidak hanya terletak
pada penguasaan keterampilan akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter
dan landasan yang kokoh untuk perkembangan anak di masa depan. Dalam konteks
ini, PAUD memiliki tanggung jawab untuk membekali anak dengan pengetahuan dan
keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tingkat pendidikan selanjutnya
dan mencapai potensi penuh mereka (Luthfiyah & Rakhmawati, 2018).
Meskipun demikian, masih ada beberapa
permasalahan yang dihadapi dalam perkembangan anak usia 4-5 tahun, khususnya
dalam aspek kognitif. Marinda (2020) menunjukkan bahwa sebagian anak mengalami
kesulitan dalam mengenal lambang bilangan. Beberapa di antaranya bahkan
melakukan kesalahan saat menyebutkan deret angka, dan ada yang menuliskan
beberapa tanda angka secara terbalik. Contohnya, anak mungkin menulis angka 3,
4, 5, 6, dan 9 dengan urutan yang tidak tepat.Perkembangan kognitif merupakan
landasan penting dalam kehidupan manusia. Dini (2021) menekankan bahwa dengan
perkembangan kognitif yang sehat, individu dapat memahami dunia, belajar dengan
efektif, mengambil keputusan yang baik, menjadi mandiri, dan menjalin hubungan
sosial yang bermakna. Oleh karena itu, perhatian khusus perlu diberikan
terhadap perkembangan kognitif anak pada tahap-tahap awal pendidikan.
Dalam mengatasi permasalahan ini,
Novitasari & Fauziddin (2020) mengusulkan beberapa cara untuk menumbuhkan
kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak. Salah satunya adalah dengan
memberikan pengalaman bermain dengan benda yang dapat dihitung. Bermain dengan
objek yang dapat dihitung membantu anak untuk memahami konsep bilangan secara
lebih konkret. Selain itu, memberikan pengulangan dan penguatan positif saat
anak berusaha mempelajari konsep bilangan juga penting. Pujian dan dorongan
ketika anak berhasil mengenali angka atau menyelesaikan tugas matematika yang
melibatkan konsep bilangan dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri
anak (Hayati, 2020).Namun, terdapat catatan terkait pembelajaran di TK Islam
Al-Jazuli. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan
kognitif anak di TK tersebut belum optimal. Kemampuan berfikir simbolik,
terutama dalam mengenali lambang bilangan, masih tergolong lemah. Pemahaman
terhadap objek dengan angka perlu ditingkatkan dengan menggunakan simbol angka
untuk menghitung dan mengkombinasikan angka dengan objek angka. Diperlukan
variasi dalam metode pembelajaran agar anak tidak merasa bosan dan dapat lebih
memahami kemampuan melafalkan lambang bilangan dengan urutan yang benar.Secara
keseluruhan, peran pendidikan anak usia dini dalam mengembangkan aspek kognitif
anak menjadi sangat penting. Dengan memahami permasalahan yang muncul dan
menerapkan metode pembelajaran yang sesuai, kita dapat membantu anak-anak untuk
mengatasi kesulitan dalam mengenal konsep bilangan dan membangun dasar yang
kuat untuk perkembangan kognitif mereka di masa depan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif� dengan desain pra
eksperimen . Rancangan penelitian ini mengkaji keefektifan penerapan media
Bombik terhadap kemampuan penalaran simbolik anak Kelompok A di TK Islam
Al-Jazuli Kecamatan Losar Kabupaten Brebes.�
Desain penelitian ini merupakan One Group Pretest-Posttest Design.� Penelitian one group pretest-posttest adalah
jenis penelitian ekperimental dimana satu kelompok subjek diukur pada dua waktu
yang berbeda: sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) dijadikan intervensi
tertentu. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi efek dari intervensi terhadap
variabel yang diukur . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak
kelompok A TK Islam Al-Jazuli Losari Kabupaten Brebes yang berjumlah 15 orang
pada tahun ajaran 2022/2023 semester gasal (Bulan september-desember 2022).
Sehingga jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 17 orang.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Teknik observasi dan
test. Kemudian teknik analisis datanya��
menggunakan Statistik Deskriftif, Uji Gain, Uji Inferensial dan Uji
Normalitas data dalam penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Gambaran Hasil
Kemampuan Berfikir Simbolik Anak Sebelum Menggunakan Permainan Bombik (variabel
X1)
Data Kemampuan Kognitif Sebelum Menggunakan Permainan
bombik
|
Statistics |
||
|
|
||
|
N |
Valid |
15 |
|
Missing |
0 |
|
|
Mean |
6,07 |
|
|
Std. Error of Mean |
,463 |
|
|
Median |
6,00 |
|
|
Mode |
6 |
|
|
Std. Deviation |
1,792 |
|
|
Variance |
3,210 |
|
|
Range |
6 |
|
|
Minimum |
3 |
|
|
Maximum |
9 |
|
|
Sum |
91 |
|
Berdasarkan tabel di atas, jumlah data
yang valid� (N)adalah 15. Data kosong
(missing) tidak diproses 0. Data variabel X berdasarkan � Data End �, yang
meliputi : Mean 6,07, Median 6,00, Mode 6, Populasi rata rata mengingat standar
error of mean 0,463. Data variabel X berdasarkan �Distribusi Data� yang
meliputi : Range 6, standar deviasi�
1,792, dan varian 3,210. Nilai Minimum 3 dan Nilai Maksimum 9data.
����������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������� � Histogram data sebelum Bermain Bombik adalah
sebagai berikut :

Mengacu pada Tabel Konversi persentase,
maka� kemampuan kognitif sebelum
menggunakan permainan bombik adalah cukup baik.
2.
Gambaranan Hasil
Kemampuan Berfikir Simbolik Anak Setelah Menggunakan Permainan Bombik (Variabel
X2)
Histogram data setelah Bermain Bombik sebagai berikut
:
����������������������������������� 
mengacu pada Tabel Konversi persentase, maka� kemampuan kognitif sesudah menggunakan
permainan bombik adalah tinggi sebagaimana dapat dilihat pada tabel di bawah
ini:
�����������������������������������������������
Konversi
Nilai Presentase
�����������������������������������
|
% |
Interpretasi |
|
80 % - 100 % |
Sangat Tinggi |
|
60 % -79, 99 % |
Tinggi |
|
40 % - 59, 99 % |
Cukup Baik |
|
20 % - 39, 99 % |
Kurang Baik |
|
< 20 % |
Sangat Kurang Baik |
����������������������� (Diadaptasi
dari Tabel Koefisien Korelasi PPM)
3.
Uji Prasyarat
Analisis
a. Uji Normalitas Data (Mubarak, 2022)
Uji Normalitas Data
Kemampuan Berfikir Simbolik
|
Test of Normality |
||||||
|
|
Kolmogorov-Smirnova |
Shapiro-Wilk |
||||
|
Statistic |
df |
Sig. |
Statistic |
Df |
Sig. |
|
|
Sebelum, |
,218 |
15 |
,052 |
,918 |
15 |
,178 |
|
Sesudah |
,175 |
15 |
,200* |
,909 |
15 |
,130 |
|
*. This is a lower bound of the true significance. Berdasarkan� nilai Uji normalitas dengan Uji
Shapiro-Wilk sebelum permainan bombik dengan nilai Sig 0,178 > 0,05 maka
dapat di simpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji normalitas
dengan Uji Shapiro-Wilk sesudah bermain bombik dengan nilai Sig 0,130 >
0,05 maka dapat di simpulkan bahwa data�
berdistribusi normal. Sebagaimana dapat dilihat pada� kaidah pengujian dibawah ini : a)
Jika nilai Sig > 0,05�
maka data berdistribusi normal b)
Jika nilai Sig < 0,05 maka data tidak berdistribusi
normal. |
||||||
b. Uji Homogenitas Data (Yamin, 2021)
Uji
Homogenitas Data pada Kemampuan Berfikir Simbolik�������
|
Uji Homogeneity Varian |
|||
|
|
|||
|
Levene Statistic |
df1 |
df2 |
Sig. |
|
,138 |
1 |
28 |
,713 |
Berdasarkan data yang
diberikan, nilai sig adalah 0,713 > 0,05 sehingga dinyatakan homogen karena
varian data pada beberapa populasi memeiliki varian yang tidak sama sesuai
dengan kriteria pengujian dibawah ini.
a) Jika nilai Sig. < 0,05 maka dinyatakan tidak
homogen karena varian data pada beberapa populasi memiliki varian yang tidak
sama.
b) Jika nilai Sig. > 0,05 maka dinyatakan homogen
karena varian data pada beberapa populasi memiliki varian yang sama
4.
Analisis
Statistik Inferensial (Ahmaddien &
Syarkani, 2020)
Analisis statistik inferensial adalah� anilisis untuk mengetahui seberapa besar
perbedaan kemampuan berfikir simbolik sebelum dan sesudah menggunakan permainan
Bombik dengan menggunakan dua metode yaitu uji paired sample t test dan uji
hipotesis dengan uji t.
a. Uji Paired Sample T Test (Jaya & Warti,
2022)
Untuk
menguji hipotesis digunakan penguji yang memperoleh dari tabel uji� Samples Test, berpasangan dengan
memperhatikan nilai t dan nilai probabilitas (Sig.) Berdasarkan ketentuan di
atas diperoleh t_tabel sebesar 2,145. Oleh karena itu t_hitung (15,332) >
t_tabel (2,1145), maka Ho ditolak artinya terdapat perbedaan yang signifikan
antara kemampuan berfikir simbolik sebelum dan sesudah menggunakan permainan
Bombik.
Kesimpulan
hasil penelitian bahwa permainan Bombik sangat efektif digunakan untuk
meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini.
b. Uji Gain (g) (Wahyuningrum, 2020)
Berdasarkan
Uji Gain dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan kognitif pada siklus ke
dua diperoleh rata-rata gain sebesar 0,42 artinya peningkatannya Sedang atau
cukup Baik sebagaimana dapat dilihat pada tabel klasifikasi gain di bawah ini:
Klasifikasi Gain
|
No |
Indeks Gain |
Interpretasi |
|
1. |
g > 0,70 |
Tinggi |
|
2. |
0,30 < g ≤ 0,70 |
Sedang |
|
3. |
g ≤ 0,30 |
Rendah |
Berikut Pembahasan dalam hasil
penelitian, Pengamatan yang dilakukan setelah menggunakan permainan bombik
menunjukkan bahwa kemampuan anak TK Islam Al Jazuli dalam berfikir simbolik
meningkat yaitu hasilnya adalah 71,67%, yang sesuai dengan skala persentase
yang sangat baik. Peningkatan antara data sebelum dan sesudah adalah 27,44%.
Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan anak TK
Islam Al Jazuli dalam berfikir simbolik sebelum dan sesudah menggunakan
permainan bombik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa permainan bombik dapat
meningkatkan kemampuan berfikir simbolik pada anak usia dini. Permainan bombik
juga dapat berdampak pada aritmatika anak usia dini, karena prinsip
pembelajaran pada anak usia dini adalah bermain sambil belajar. Hal ini sesuai
dengan teori Jean Piaget dalam (Indarwarti, 2018) bahwa kegiatan bermain adalah praktik yang
mengkonsolidasikan pengetahuan dan keterampilan umum yang baru dipelajari
sehingga dapat berfungsi secara efektif. Melalui bermain, anak
menginternalisasi semua proses mental yang baru dipelajari.
Penelitian ini membuktikan teori
Vygotsky bahwa aktivitas bermain secara terus menerus mempengaruhi berbagai
upaya untuk mengembangkan perkembangan kognitif anak (Indarwarti, 2018). Teori Bruner juga menunjukkan bahwa bermain dapat
mendorong anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas yang berbeda untuk
memecahkan masalah yang berbeda melalui penemuan. Bermain memperkuat masalah
dan keterampilan anak-anak. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat
disimpulkan bahwa kegiatan bermain bagi anak merupakan sarana melakukan
berbagai percobaan dengan berbagai konsep yang diketahui dan tidak
diketahuinya.
Permainan bombik merupakan mainan
bongkar pasang, berbentuk kepingan dari bahan plastik yang memiliki bermacam
macam warna yang dapat disusun dan dirangkai menjadi aneka bentuk sesuai dengan
keinginan anak usia . alat dalam permainan ini berupa bombik ukuran diameter
3cm berwarna dan angka didalam permainan bombik. Permainan ini juga termasuk
permainan aktif, karena anak akan langsung bekerja dengan alat permainan.
Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengenalkan anak usia 4-5 tahun dengan
lambang bilangan 1-10.
Penelitian sebelumnya tentang permainan
angka Bombik dilakukan oleh (Daracantika et al.,
2021), namun perbedaannya adalah permainan angka Bombik yang digunakan dapat
meningkatkan pemahaman angka pada anak tunagrahita ringan. Begitu juga dengan
penelitian Santos & Alves (2000) yang menjelaskan bahwa anak dapat
mengembangkan pengetahuannya melalui Bombik karena dengan bermain Bombik anak
belajar mengenal konsep, mengenal aturan dan berinteraksi secara langsung.
Penelitian (Luthfiyah &
Rakhmawati, 2018) �Pengembangan Permainan Bombik Angka Kemampuan
Mengenal Huruf Angka 1-10 Pada Anak Usia 4-5 Tahun�. Menurut jurnal tersebut,
pengembangan Permainan Angka Bombik dapat meningkatkan kemampuan anak usia 4
hingga 5 tahun dalam mengenal lambang bilangan 1-10. Juga pada penelitian
sebelumnya yang mendukung penelitian ini, seperti penelitian (Daracantika et al.,
2021), permainan angka Bombik digunakan untuk pembelajaran, tetapi
pengajaran berfokus pada pemahaman jumlah anak yang membutuhkan dukungan
khusus, yaitu Anak-anak dengan cacat perkembangan ringan.
Penelitian (Novitasari &
Fauziddin, 2020) �Analisis masalah perkembangan kognitif anak usia
dini� menyatakan bahwa keterampilan kognitif adalah kemampuan anak untuk
berpikir lebih kompleks, bernalar dan memecahkan masalah. Perkembangan
keterampilan kognitif tersebut memudahkan anak untuk memperoleh pengetahuan
umum yang lebih luas, mereka dapat bertindak secara cerdas dalam kehidupan
sosial sehari-hari. Namun dalam perkembangannya, tidak semua anak dapat
berkembang sesuai tahapannya. Oleh karena itu harus dianalisis.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis permasalahan
perkembangan kognitif anak usia 4-6 tahun di TK �Raisa�. Berdasarkan hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar 39% anak usia 4-6 tahun
mengalami banyak masalah dalam perkembangan kognitifnya, 37% anak memenuhi
kriteria �banyak� dan hanya 17 anak yang memberikan . Sebagian kecil anak
mengalami masalah perkembangan kognitif, dan 7 persen anak sisanya tidak
mengalami masalah perkembangan kognitif. Oleh karena itu, pada masa golden age
anak usia 0-6 tahun harus lebih memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan
kognitifnya.
KESIMPULAN
Kemampuan berfikir simbolik sebelum penerapan
permainan bombik di TK Islam Al-Jazuli Brebes dapat dilihat dari nilai
kemampuan hasil tes dengan persentase sebesar 44,23% dan termasuk dalam
ketegori sedang. Kemampuan berfikir simbolik setelah menggunakan permainan
bombik di TK Islam Al-Jazuli Brebes.
Hal ini terlihat hasil yang sangat baik, dimana siswa
tampak antusias dalam pembelajaran berhitung bilangan, dalam mengenalkan konsep
bilangan dan mengenal lambang bilangan dengan sebelum menggunakan permainan
bombik. Karena dapat dari hasil pengolahan data dapat dibuktikan 71,67% dengan
interpretasi sangat baik.
Perbedaan berfikir simbolik sebelum dan sesudah
penerapan permainan bombik di TK Islam Al-Jazuli Brebes. Hal ini berdasarkan
pada penelitian dan hasil test uji dan eksperimen kemampuan membilang angka,
mengenal konsep bilangan dan mengenal lambang bilangan sebelum dan sesudah
penerapan permainan bombik menunjukan perkembangan yang optimal karena
Permainan ini sangat bermanfaat untuk fungsi mempermudah dan baik untuk anak
didik untuk lebih� meningkatkan kemampuan
berhitung angka, mengenal konsep bilangan dan mengenal lambang. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa permainan bombik sangat efektif digunakan untuk
meningkatkan kemampuan berfikir simbolik.
BIBLIOGRAFI
Adnan, G., &
Latief, M. A. (2020). Metode Penelitian Pendidikan: Penelitian Kuantitatif,
Penelitian Kualitatif, Penelitian Tindakan Kelas. Erhaka Utama.
Agustianti, R., Nussifera, L.,
Angelianawati, L., Meliana, I., Sidik, E. A., Nurlaila, Q., Simarmata, N.,
Himawan, I. S., Pawan, E., & Ikhram, F. (2022). Metode Penelitian
Kuantitatif Dan Kualitatif. Tohar Media.
Ahmaddien, I., & Syarkani, Y.
(2020). Statistika Terapan dengan Sistem SPSS.
Anam, S., Nashihin, H., Taufik, A.,
Sitompul, H. S., Manik, Y. M., Arsid, I., Jumini, S., Nurhab, M. I.,
Widiyastuti, N. E., & Luturmas, Y. (2023). Metode Penelitian
(Kualitatif, Kuantitatif, Eksperimen, dan R&D). Global Eksekutif
Teknologi.
Daracantika, A., Ainin, A., &
Besral, B. (2021). Pengaruh negatif stunting terhadap perkembangan kognitif
anak. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan
(BIKFOKES), 1(2), 124�134.
Dini, J. (2021). Pengembangan model
pembelajaran saintifik berbasis kearifan lokal untuk perkembangan kognitif anak
usia 5-6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2),
1557�1565.
Efendy, H., Kpd, M., & Muin, A.
(2021). Statistik (Pendidikan dan Ekonomi).
Hamzah, A., & Susanti, M. A. D.
L. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif Kajian Teoretik & Praktik
Dilengkapi Desain, Proses, Dan Hasil Penelitian.
Hayati, A. F. (2020). Perbedaan Hasil
Belajar Siswa Menggunakan Bimbingan Belajar Online. Jurnal Inovasi
Pendidikan Ekonomi (JIPE), 10(1), 78�84.
Hayati, A. F., & Syofyan, R.
(2021). Analysis of student digital financial literacy in the era of industrial
revolution 4.0. Seventh Padang International Conference On Economics
Education, Economics, Business and Management, Accounting and Entrepreneurship
(PICEEBA 2021), 180�184.
Indarwarti, A. (2018). Mengembangkan
kecerdasan kognitif anak melalui beberapa metode. Psycho Idea, 15(2),
108�118.
Jaya, A., & Warti, R. (2022). Statistik
Pendidikan: Teori dan Aplikasi SPSS. Penerbit NEM.
Luthfiyah, E., & Rakhmawati, N.
I. S. (2018). Pengembangan Permainan Domino Angka terhadap Kemampuan Mengenal
Lambang Bilangan 1-10 Anak Usia 4-5 Tahun. PAUD Teratai, 7(2),
1�8.
Marinda, L. (2020). Teori
perkembangan kognitif Jean Piaget dan problematikanya pada anak usia sekolah
dasar. An-Nisa Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman, 13(1),
116�152.
Mubarak, H. A. Z. (2022). Penelitian
Kuantitatif dan Statistik Pendidikan: Cara Praktis Meneliti Berbasis Contoh
Aplikatif dengan SPSS. zakimu. com.
Novitasari, Y., & Fauziddin, M.
(2020). Perkembangan Kognitif Bidang Auditori pada Anak Usia Dini. Jurnal
Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 805.
Prihatiningsih, D. (2022). Mudahnya
Belajar Statistik Deskriptif. Penerbit CV. Sarnu Untung.
Putri, R. I. I., Araiku, J., &
Sari, N. (2021). Statistik Deskriptif. Bening Media Publishing.
Riyanto, S., & Hatmawan, A. A.
(2020). Metode riset penelitian kuantitatif penelitian di bidang manajemen,
teknik, pendidikan dan eksperimen. Deepublish.
Wahyuningrum, S. R. (2020). Statistika
pendidikan (konsep data dan peluang). Jakad Media Publishing.
Yamin, S. (2021). Smartpls 3, amos
& stata: Olah data statistik (mudah & praktis) (Vol. 1). Dewangga
Energi Internasional Publishing.