PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN BELAJAR SISWA DI SMK PLUS AL-HILAL CIREBON

 

Yunani Elok1, Lela Nurlaila2, Sulistianingsih3

Universitas Nahdhatul Ulama Cirebon1&2

Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon3

[email protected]

[email protected]

 

Keywords

Abstract

Teacher Guidance Counseling and Learning Readiness

This research was carried out at SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon. The aim is to find out 1) Students' Learning Readiness 2) Guidance and counseling teachers' efforts to increase students' learning readiness 3) Factors that hinder students' learning readiness at SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon. The subjects of this research are guidance and counseling teachers who have made various efforts related to improving students' learning readiness. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques in this research used direct observation, interviews and documentation of guidance and counseling teachers' efforts to increase students' learning readiness at SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon. Data analysis uses three process stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research that has been carried out, the results obtained are that: Students' learning readiness is classified as good and there are some who are less ready to take part in learning which can be seen when learning begins. The efforts made by guidance and counseling teachers are to increase self-confidence and responsibility towards students by activating individual counseling and group counseling services. Factors that hinder students' learning readiness include low physical, psychological conditions and material readiness.

Kata Kunci

Abstrak

Guru Bimbingan Konseling dan Kesiapan Belajar

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui: 1) Kesiapan Belajar Siswa 2) Upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa 3) Faktor-faktor yang menjadi penghambat kesiapan belajar siswa SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon. Subjek dari penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling yang telah melakukan berbagai upaya berkaitan dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pengamatan langsung/observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon. Analisis data menggunakan tiga tahapan proses, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, diperoleh hasil bahwa: Kesiapan belajar siswa tergolong baik dan ada beberapa yang kurang siap untuk mengikuti pembelajaran terlihat ketika pembelajaran dimulai. Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling adalah meningkatkan percaya diri dan tanggung jawab terhadap pelajar dengan mengaktifkan layanan konseling individual dan konseling kelompok. Faktor-faktor yang menjadi penghambat kesiapan belajar siswa meliputi kondisi fisik, psikis, dan kesiapan material yang masih rendah. Secara umum kesiapan belajar siswa tergolong baik, untuk meningkatkannya maka dapat dilakukan dengan melakukan konseling individu dan kelompok.

Corresponding Author: Yunani Elok

[email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png


 

PENDAHULUAN

Menyadari pentingnya pendidikan, pemerintah bersama-sama Masyarakat telah dan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan kurikulum dan evaluasi (Kamaluddin, 2011), perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi pelajaran, serta pendidikan dan pelatihan bagi guru dan tenaga pendidikan lainnya (Laia et al., 2022). Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat (1) tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”.

Pada hakekatnya proses pendidikan harus memperhatikan karakteristik peserta didik. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I pasal 12 ayat (1b) (Suryanti et al., 2021) menyatakan: “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya”. Memberikan pedoman kepada seluruh Tenaga pendidikan, Terutama guru untuk memperhatikan dan menempatkan perbedaan karakteristik peserta didik dalam melakukan proses Pendidikan Sriyono, (2021). Guru BK sangat berperan memperhatikan dan menempatkan perbedaan karakteristik peserta didik dalam Pendidikan (Ermalianti & Ramadan, 2022). Pendidikan pada umumnya selalu berintikan bimbingan. Sebab Pendidikan bertujuan agar anak didik menjadi kreatif, produktif, dan mandiri. Artinya pendidikan berupaya untuk mengembangkan individu anak (Evi, 2020). Segala aspek diri anak harus dikembangkan individu anak. Segala aspek diri anak didik harus di kembangkan seperti intlektual, moral, sosial, kognitif, dan emosional (Lesmana, 2022).

Bimbingan dan konseling adalah upaya untuk membantu perkembangan aspek-aspek tersebut menjadi optimal, harmonis dan wajar. Relasi antara pendidik dengan anak didik merupakan hubungan yang membantu karena selalu diupayakan agar ada motivasi pendidik untuk mengembangkan potensi anak didik dan membantu anak didik untuk mencegah masalahnya (Suryanto, 2021). Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu komponen penting bagi keseluruhan sistem pendidikan, khususnya di sekolah/madrasah. Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah/madrasah, bukan semata- mata pada ada atau tidaknya landasan hukum atau ketentuan dari atas. Namun, yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu melancarkan aktivitas pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan kemampuan peserta didik dan membentuk watak peserta didik serta ikut dalam pelaksanaan pengembangan potensi peserta didik (Laia et al., 2022).

Hal tersebut sesuai dengan dasar, fungsi dan tujuan pendidikan yang tertuang Guru bimbingan konseling dalam melaksanakan layanan bertujuan untuk mengembangkan peserta didik untuk mencapai keberhasilan belajar (Suryanti et al., 2021). Untuk mencapai keberhasilan belajar siswa, peserta didik harus mempunyai kesiapan terlebih dahulu untuk mengikuti pelajaran. Dalam keseluruhan upaya pencapaian tujuan pendidikan, proses pembelajaran merupakan aktivitas yang paling penting karena pada proses inilah tujuan pendidikan dapat dicapai melalui perubahan tingkah laku siswa. Proses pembelajaran dikatakan berhasil atau tidak secara umum dapat dilihat dari dua segi, yakni kriteria ditinjau dari sudut proses pembelajaran dan hasil atau produk belajar yang dicapai siswa. Terkait dengan hal tersebut, guru dan siswa selalu mengharapkan hasil belajar yang baik (Aqib, 2020).

Dalam rangka mencapai hasil belajar yang baik, siswa dan guru hendaknya mengetahui bagaimana cara untuk memperoleh hasil belajar yang optimal dan faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya hasil belajar. Secara umum, faktor- faktor tersebut digolongkan menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal (Rasimin & Hamdi, 2021). Faktor internal adalah faktor yang ada dalam individu yang sedang belajar seperti intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu seperti lingkungan belajar yang meliputi faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor Masyarakat (Hayani et al., 2021).

Belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi (bahkan dalam kandungan) hingga liang lahat. Dari proses belajar tersebut siswa dapat menghasilkan suatu perubahan yang bertahap dalam dirinya (Rasimin & Hamdi, 2021), baik dalam bidang pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Adanya perubahan tersebut terlihat dalam kesipan belajar siswa berdasarkan evaluasi yang diberikan oleh guru (Sastrawan & Suardipa, 2021). Kesiapan belajar para siswa sangat berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Pada umumnya sering dijumpai siswa yang belum siap menerima pelajaran pada saat pelajaran sudah dimulai (Al Dhuha et al., 2020). Misalnya karena sakit, kondisi siswa yang masih tegang, merenung, mengantuk dan yang lainnya. Sehingga ini akan membuat pembelajaran siswa menjadi tidak optimal (Mandasari et al., 2020). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan Belajar Siswa, bagaimana upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa serta faktor-faktor yang menjadi penghambat kesiapan belajar siswa SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon

 

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif atau dengan pendekatan fenomenologi (Sari et al., 2022). Pengambilan sampel atau sumber data pada penelitian ini dilakukan secara purposive dan untuk ukuran sampel tersebut ditentukan secara snowball, teknik pengumpulan dengan triagulasi (gabungan), analisis data bersifat kualitatif dan hasil penelitian menekankan makna generalisasi (Nasution, 2023). Hasil dari penelitian ini hanya mendeskripsikan wawancara-wawancara mendalam terhadap subjek penelitian sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas (Agustianti et al., 2022).

Pengambilan data dilakukan melalui wawancara yang dilakukan kepada Kepala sekolah SMK Plus Al-Hilal Arjawinangun Cirebon, Waka Kurikulum, guru Bimbingan dan Konseling, dan 4 orang siswa. Selain melalui wawancara, teknik pengambilan data juga menggunakan observasi dan dokumentasi. Sedangkan pengujiannya menggunakan triangulasi data (Abdussamad & SIK, 2021).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan wawancara yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa upaya guru Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon yaitu dengan menumbuhkan motivasi belajar siswa, menumbuhkan rasa percaya dirinya dengan cara melaksankan bimbingan individual dan bimbingan kelompok, dan menanamkan kepada siswa harus bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas serta mendisiplinkan siswa. dalam belajar dan dengan cara memberikan motivasi belajar, mengubah gaya belajar siswa dengan cara berkelompok- kelompok, serta memberikan berbagai permainan yang sesuai dengan materi pelajaran.

Berdasarkan wawancara tersebut, faktor-faktor yang menjadi penghambat kesiapan belajar di SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon adalah kondisi fisik, dan kondisi psikis sehingga siswa kurang siap merespon, menjawab pembelajaran yang sedang berlangsung dan kondisi fisik, psikis yang tidak sehat. Dalam proses belajar mengajar tentunya guru menginginkan siswa yang mudah memahami apa yang disampaikannya dan mampu mengerjakan tugasnya dengan baik. Tidak semua siswa memiliki kemampuan belajar yang sama, setiap siswa memiliki kemampuan dalam belajar yang berbeda-beda. Agar materi yang disampaikan oleh guru mudah dipahami oleh siswanya, harus adanya kesadaran diri siswa dan upaya yang dilakukan oleh guru tersebut. Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa kesiapan belajar siswa SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon secara keseluruhan sudah cukup bagus, dan bagi beberapa siswa yang memiliki kesiapannya kurang dalam belajar akan diberikan layanan atau sesuatu yang dapat menyadarkan dirinya untuk serius dan semangat dalam belajar dan tidak bermain-main lagi dalam belajarnya. oleh karena itulah dibutuhkan bimbingan kelompok Dimana nantinya didalam pelaksanaanya dibuat diskusi yang berkaitan dengan kesiapan belajar siswa di sekolah SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon.

Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kesiapan belajar siswa membutuhkan kerjasama yang baik dengan guru lain seperti wali kelas, kepala sekolah dan siswa, agar Upaya peningkatan berjalan dengan efektif. Koordinasi guru bimbingan dan konseling dengan wali kelas dan guru mata pelajaran untuk mengetahui perubahan siswa tersebut setelah diberikan layanan. Selanjutnya, diberikan evaluasi atau penilaian guna untuk mengatahui sejauh mana keberhasilan telah dicapai serta bagaimana manfaatnya terhadap siswa yang telah diberikan layanan.

Selanjutnya upaya yang dilakukan guru BK dalam menigkatkan kesiapan belajar siswa SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon adalah melakukan sosialisasi bimbingan dan konseling ketika masuk kelas, menjalin komunikasi yang baik dengan siswa, dan menjalin hubungan yang baik dengan siswa. Dengam kata lain guru bimbingan dan konseling mampu menciptakan situasi yang menimbulkan nyaman pada diri siswa sehingga dalam proses pembimbingan siswa menuju kesiapan belajar siswa tercapai dengan baik. upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa yaitu dengan cara mengaktifkan layanan konseling individual dan konseling kelompok, guna untuk menamkan semangat belajar, percaya diri, dan rasa tanggung jawab untuk mengerjakan tugas dan bertanggung jawab atas yang dia perbuat dan Bagi Siswa yang berkebutuhan khusus akan ada pelajaran tambahan di luar jam Pelajaran setelah pulang sekolah.

Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling bekerjasama dengan waka kurikulum untuk meningkatkan pembelajaran guru di kelas diadakan evaluasi 1 bulan sekali supaya cara mengajar guru membuat siswa lebih semangat lagi belajar.

 

KESIMPULAN

Secara garis besar siswa SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon memiliki kesiapan belajar yang cukup baik, diantaranya ada yang masih rendah dalam kesiapan belajarnya. Penyebabnya adalah dikarenakan kurangnya kesadaran tentang pentingnya belajar dan kondisi lingkungan juga mempengaruhi seperti mata pelajaran yang kurang disukai dan faktor kesiapan fisik, kesiapan psikis, dan kesiapan material yang masih rendah.

Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kesiapan belajar siswa SMK Plus Al Hilal Arjawinangun Cirebon yaitu menanamkan percaya diri dan rasa taggung jawab siswa terhadap belajar melalui konseling individual dan konseling kelompok dan siswa yang berkebutuhan khusus akan ada pelajaran atau cara belajar yang berbeda. Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling bekerjasama dengan waka kurikulum untuk meningkatkan pembelajaran guru di kelas diadakan evaluasi 1 bulan sekali supaya cara mengajar guru membuat siswa lebih semangat lagi belajar.

 

BIBLIOGRAFI

Abdussamad, H. Z., & SIK, M. S. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Agustianti, R., Nussifera, L., Angelianawati, L., Meliana, I., Sidik, E. A., Nurlaila, Q., Simarmata, N., Himawan, I. S., Pawan, E., & Ikhram, F. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. Tohar Media.

Al Dhuha, S., Setiawati, O. R., Lestari, S. M. P., & Rukmono, P. (2020). A Kontrol Diri dengan Motivasi Belajar SMA Negeri 1. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 190–196.

Aqib, Z. (2020). Bimbingan dan Konseling. Yrama Widya.

Ermalianti, E., & Ramadan, W. (2022). Penguatan Kompetensi Konselor dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling Islam. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 20(2), 81–92.

Evi, T. (2020). Manfaat bimbingan dan konseling bagi siswa SD. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 2(1), 72–75.

Hayani, H., Cecep, H., Simarmata, N. I. P., Tanjung, R., Mahatmaharti, R. A. K., Musyadad, V. F., & Iskandar, Y. Z. (2021). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling.

Kamaluddin, H. (2011). Bimbingan dan konseling sekolah. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 17(4), 447–454.

Laia, Y., Sarumaha, M. S., & Laia, B. (2022). Bimbingan konseling dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMA Negeri 3 Susua tahun pelajaran 2021/2022. Counseling For All (Jurnal Bimbingan Dan Konseling), 2(1), 1–12.

Lesmana, G. (2022). Bimbingan dan Konseling Belajar. Prenada Media.

Mandasari, L., Rahmadhani, E., & Wahyuni, S. (2020). Efektivitas perkuliahan daring pada mata kuliah analisis kompleks selama pandemi Covid 19. Jurnal As-Salam, 4(2), 269–283.

Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif.

Rasimin, M. P., & Hamdi, M. (2021). Bimbingan dan Konseling Kelompok. Bumi Aksara.

Sari, I. N., Lestari, L. P., Kusuma, D. W., Mafulah, S., Brata, D. P. N., Iffah, J. D. N., Widiatsih, A., Utomo, E. S., Maghfur, I., & Sofiyana, M. S. (2022). Metode penelitian kualitatif. Unisma Press.

Sastrawan, K. B., & Suardipa, I. P. (2021). Pembelajaran Berkualitas Berbasis Nine Instructional Events Teori Belajar Gagne. Haridracarya: Jurnal Pendidikan Agama Hindu, 1(2), 161–172.

Sriyono, H. (2021). Bimbingan dan Konseling Belajar Bagi Siswa di Sekolah-Rajawali Pers. PT. RajaGrafindo Persada.

Suryanti, D. E., Parmawati, A., & Muhid, A. (2021). Pentingnya Pendekatan Teknik Self Management Dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Disekolah Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dimasa Pandemi Covid 19: Literature Review. Consilia: Jurnal Ilmiah Bimbingan Dan Konseling, 4(2), 181–192.

Suryanto, T. A. (2021). Memahami Bimbingan dan Konseling Belajar: Teori dan Aplikasi Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling Belajar. Penerbit Adab.