STRATEGI PEMBELAJARAN LITERASI TERHADAP MENULIS KARANGAN NARASI SISWA DI KELAS IV SD NEGERI SRIKATON

 

Diana Marseli1, Indianasari2, Nikmah Nurvicalesti3

STKIP Muhammadiyah Oku Timur, Indonesia

Email: [email protected]1, [email protected]2, [email protected] 3

 

Keywords

Abstract

Writing Narrative Essays, Literacy Learning Strategy

The purpose of this research to see effectiveness of Literacy Learning Strategies for Writing Narrative Essays in Class IV of Srikaton State Elementary School. This is shown by the scores of students who have not reached the KKM score ≥ 65 in Indonesian language subjects. The research method used is quantitative experimental research with a one shot case study design. The population used was all 21 students in class IV of SD Negeri Srikaton, so the sample chosen was the entire population of class IV students in SD Negeri Srikaton. Data collection techniques include tests, observation, documentation. This research uses data analysis in the form of prerequisite tests and hypothesis testing with the help of the SPPS 29.0 application. From data analysis, the hypothesis test used is a one sample test which is carried out, there is a significance value of 0.001. Based on the one sample test decision making criteria via the SPSS 29.0 application, a sig value was obtained. (2-tailed) of 0.001, meaning less than 0.05, it can be concluded that in this study the alternative hypothesis (Ha) was accepted, so �Effective Literacy Learning Strategy for Writing Narrative Essays for Students in Class IV of Srikaton State Elementary School".

Kata Kunci

Abstrak

Menulis Karangan Narasi, Strategi Pembelajaran Literasi

Tujuan penelitian ini untuk melihat keefektifan Strategi Pembelajaran Literasi terhadap Menulis Karangan Narasi siswa di Kelas IV SD Negeri Srikaton. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai siswa yang belum mencapai nilai KKM ≥ 65 pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain one shot case study design. Populasi yang digunakan ialah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Srikaton berjumlah 21 siswa, maka sampel yang dipilih ialah seluruh populasi siswa kelas IV SD Negeri Srikaton. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data berupa uji prasyarat dan uji hipotesis bantuan aplikasi SPPS 29.0 Dari analisis data uji hipotesis yang digunakan ialah one sample test yang dilakukan terdapat nilai signifikansi� sebesar 0.001. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan one sample test melalui aplikasi SPSS 29.0 diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.001 artinya kurang dari 0.05 dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini hipotesis alternatif ) diterima maka �Strategi Pembelajaran Literasi Efektif terhadap Menulis Karangan Narasi Siswa di Kelas IV SD Negeri Srikaton�.

Corresponding Author: Diana Marseli

[email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan salah satu sarana yang sangat penting di era sekarang, dengan adanya pendidikan seseorang dapat mencapai tujuan yang akan dicapai, sebab itu dunia pendidikan akan membantu manusia dalam mendapatkan wawasan yang sangat luas (Haris, 2015). Berpendapat didalam dunia pendidikan ini dapat membantu siswa untuk menumbuhkan sifat dan perilaku yang baik, dalam hal ini pendidikan dapat diperoleh dari segi manapun baik dari masyarakat maupun sekolah. Didalam dunia pendidikan ini dapat berkembang maka seseorang harus menjalankan sesuatu itu dengan benar, sehingga pendidikan akan mencapai tujuannya (Harimulyo et al., 2021).

Dalam kurikulum 2013 kegiatan membaca, menulis, dan berhitung dikenal dengan istilah literasi. (Restian et al., 2023) mengungkapkan bahwa literasi merupakan tanggapan, pemahaman, dan kegiatan kehidupan sehari-hari yang tersusun dan diaplikasikan melalui kegiatan belajar-mengajar. Dalam gerakan literasi ini disertai adanya strategi khusus yang diterapkan saat kegiatan pembelajaran berlangsung (Purwanto et al., 2023). Literasi sebagai sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah, Literasi juga terkait dengan kehidupan siswa, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya untuk menumbuhkan budi pekerti mulia (Saomah, 2017). Menurut Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yang menyatakan bahwa salah satu upaya untuk mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah kegiatan menulis informasi yang didapat dari membaca dan menyimak, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan 30 menit sebelum kegiatan belajar mengajar. Sehingga perlu peningkatan kemandirian siswa dalam interaksi pembelajaran melalui kegiatan menulis.

Menulis memiliki peran penting dalam keterampilan diantaranya, yaitu (1) sebagai tempat untuk berkomunikasi (2) merupakan sebuah proses dalam menuangkan ide pokok pikiran, (3) dan sebagai tempat untuk menggunakan sebuah kalimat ejaan dalam ide pokok pikiran(Novita et al., 2018). Menulis merupakan salah satu tempat keterampilan untuk menuangkan pokok pikiran menjadi sebuah kalimat yang berkembang menjadi sebuah teks (Pranoto, 2004). Jadi dalam hal ini� menulis memiliki hubungan yang sangat erat dalam menulis karangan narasi, karena menulis ini dapat menuangkan sebuah ide pokok pikiran menjadi sebuah karangan yang berbentuk karangan narasi

Berdasarkan hasil observasi awal dengan guru kelas IV di SD Negeri Srikaton terdapat permasalahan tentang kemampuan siswa, terutama dalam menulis yang dapat dilihat ada 9 siswa yang kemampuan menulis dan membaca masih kurang baik, dan ada 7 siswa dalam kemampuan menulis dan membaca cukup baik, selain itu juga ada 5 orang siswa yang bisa dikatakan sangat baik dalam kemampuan menulis karangan narasi dan penggunaan ejaan yang tepat. Pada siswa yang bisa dikatakan untuk kemampuan menulis dan membaca ini kurang baik dan cukup baik terdapat permasalahan pada gurunya, karena kurangnya penjelasan guru dalam menyampaikan pembelajaran yang bisa dikatakan kecepatan ataupun terlalu singkat dalam menyampaikan materi pembelajaran. Selain itu juga terdapat permasalahan lain dalam pembelajaran yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang kurang memadai dalam pembelajaran sehingga dapat menghambat pembelajaran, adapun permasalahan pada siswanya sendiri terutama kurangnya siswa dalam menguasai materi pembelajaran dan juga bimbingan dari orang tua dirumah(Ginting et al., 2022). Maka dari itu untuk siswa yang bisa dikatakan kurang baik perlu ditingkatkan gerakan literasi (GL) baik disekolah maupun dirumah, agar melatih anak-anak mengembangkan pola pikir dalam membaca dan menulis terutama dalam menulis sebuah karangan narasi. Jadi membaca dan menulis itu perlu ditingkatkan pada anak usia dini, karena membaca dan menulis itu pokok utama dalam pendidikan. Membaca dan menulis itu tidak hanya diterapkan di sekolah dengan gurunya, tetapi di rumah perlu dilatih supaya anak tersebut mampu menguasai materi apa yang sudah dibaca dari sekolah.

Berdasarkan pentingnya penggunaan strategi pembelajaran literasi, maka minat belajar peserta didik dapat meningkat terutama dalam membaca dan menulis. Salah satunya Faktor pendukung tersebut dapat berasal dari sekolah, siswa, maupun dari orang tua dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian yang berupaya untuk melakukan analisis terhadap strategi pembelajaran literasi dalam meningkatkan minat baca peserta didik, serta faktor pendukung dan penghambatnya (Aryani & Purnomo, 2023).

Berdasarkan latar belakang tersebut , maka penelitian ini mengambil ruang dalam permasalahan pembelajaran menulis karangan narasi siswa masih rendah. Penulis ini bermaksud untuk melaksanakan penelitian tentang judul Strategi Pembelajaran literasi terhadap Menulis Karangan Narasi siswa di kelas IV SD Negeri Srikaton.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen untuk mengetahui pengaruh Strategi Pembelajaran Literasi terhadap kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas IV SD Negeri Srikaton. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan model One Shot Case Study, di mana satu kelompok siswa diberikan perlakuan berupa penerapan strategi pembelajaran literasi, kemudian hasilnya diukur melalui posttest. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis karangan narasi, sedangkan variabel independennya adalah strategi pembelajaran literasi.

Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Srikaton yang berjumlah 21 siswa, dan semua siswa dijadikan sampel dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian dilakukan di SD Negeri Srikaton, Desa Srikaton, Kabupaten Buay Madang Timur pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengumpulan data meliputi tes untuk mengukur kemampuan menulis narasi, observasi untuk mengamati proses pembelajaran, dan dokumentasi untuk memperoleh data siswa dan hasil penilaian.

Instrumen penelitian berupa tes uraian untuk menilai kemampuan menulis karangan narasi yang telah divalidasi oleh ahli, serta lembar observasi untuk mengevaluasi penerapan strategi pembelajaran literasi. Data yang diperoleh diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk menghitung statistik deskriptif seperti rata-rata, median, modus, dan standar deviasi. Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal. Uji hipotesis menggunakan one-sample t-test dengan kriteria pengujian berdasarkan taraf signifikansi 0,05, di mana hipotesis nol menyatakan bahwa strategi pembelajaran literasi tidak efektif, dan hipotesis alternatif menyatakan bahwa strategi tersebut efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah strategi pembelajaran literasi efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini di lakukan di SD Negeri Srikaton yang berlokasi di Desa SrikatonKecamatan Buay Madang Timur Kabupaten Oku Timur dan di lakukan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan yaitu seluruh subjek yang dimana dalam penelitian ini yang akan di jadikan populasi adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Srikaton yang berjumlah 21 siswa. Maka sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh populasi siswa kelas IV SD Negeri Srikaton.

Analisis Deskriptif

1.      Analisis Deskriptif Instrumen Penelitian

Analisis instrumen penelitian adalah proses yang digunakan untuk mengevaluasi instrumen yang digunakan dalam penelitian. Dalam konteks, yang digunakan peneliti ini adalah instrumen berupa tes uraian untuk menulis karangan narasi. Dalam instrumen penelitian yang berupa tes uraian menulis karangan narasi ini telah divalidasi oleh ahli yaitu Nanda Dwi Rohma, M.Pd. sebagai validator dalam penelitian ini. Instrumen ini berhasil mengukur aspek-aspek penting dari kemampuan siswa menulis karangan narasi. Oleh karena itu, instrumen ini layak digunakan dengan revisi untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam menulis karangan narasi. Instrumen ini juga telah diuji dan terbukti, maka instrumen ini valid untuk di gunakan peneliti untuk penelitian. Berikut ini adalah hasil validasi tes dalam penelitian ini yang memiliki beberapa revisi dalam tes uraian, karena peneliti tidak menuliskan tema yang akan diambil oleh siswa hanya menyebutkan saja,� dan� dalam rubrik penilaian memiliki beberapa revisi kata yang tidak perlu dicantumkan dalam rubrik penilaian.

Analisis deskriptif penelitian ini adalah observasi yang akan dilakukan peneliti untuk menerapkan strategi pembelajaran dalam penelitian yang telah divalidasi oleh ahlinya yaitu Aftizal, M.Pd. sebagai validator dalam penelitian ini. Berikut ini merupakan hasil validasi observasi dalam penelitian yang telah valid diuji tanpa revisi.

 

2.    Analisis Data Hasil Penelitian

a.� Analisis hasil observasi strategi pembelajaran literasi

1)      Perencanaan dalam melakukan kegiatan literasi, guru meminta salah satu siswa untuk membagikan lembar teks multimoda untuk kegiatan literasi siswa, dan guru mengaitkan lingkungan sekitar sebagai kegiatan literasi siswa.

2)      Pelaksanaan kegiatan literasi siswa wajib membaca teks tersebut selama 15 menit, dan guru mengawasi kegiatan literasi berlangsung.

3)      Dalam evaluasi literasi ini guru menjelaskan unsur-unsur dalam membuat teks yang telah dibaca. Guru bertanya seputar teks yang sudah dibaca oleh siswa, dan siswa dapat menjawab dan menganalisis hasil teks yang telah dibaca.

b.� Analisis data hasil tes uraian penelitian

Secara keseluruhan, data hasil penelitian memiliki distribusi yang cukup bervariasi dengan rentang yang relatif besar dan std deviasi yang menunjukan variasi yang signifikan dari rata-rata. Pada penelitian ini menggunakan tes uraian menulis karangan narasi setelah menggunakan strategi pembelajaran literasi. Peneliti mengajak siswa untuk literasi dalam memahami teks yang berupa multimoda dan memanfaatkan lingkungan sekitar dan sarana prasarana yang ada untuk literasi. Peneliti juga menjelaskan apa saja yang perlu dilakukan dalam membuat karangan narasi. Setelah siswa memperoleh pemahaman, siswa secara individu akan diberikan LKPD tes uraian membuat karangan narasi berdasarkan langkah yang peneliti berikan. Dalam hasil penelitian, data yang didapat peneliti yaitu dari tes uraian siswa menulis karangan narasi.

 

 

 

Tabel 4.1 Hasil Ketuntasan Siswa dalam

Menulis Karangan Narasi

No

Nama

Nilai akhir

Kategori

1.

AA

75

T

2.

AF

75

T

3.

ADP

75

T

4.

AAA

82

T

5.

ACL

82

T

6.

AAG

89

T

7.

AZM

89

T

8.

DA

60

TT

9.

DW

82

T

10.

GR

75

T

11.

HW

82

T

12.

KA

96

T

13.

KAA

60

TT

14.

MAAA

60

TT

15.

MYG

75

T

16.

MAP

71

T

17.

MEH

75

T

18.

NVZ

96

T

19.

RA

71

T

20.

QTZ

96

T

21.

SA

89

����������������� T�����������������

Rata-rata

78,80

 

����������� Keterangan:

����������� TT: Tidak Tuntas

����������� T� : Tuntas

 

Hasil tes uraian dalam menulis karangan narasi pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata siswa menunjukan pada angka 78,80, dari 21 siswa yang menjadi sampel, dan 18 siswa mendapatkan nilai di atas KKM dan 3 siswa belum mampu mencapai nilai KKM.

Analisis data ini juga digunakan dalam penyebaran data untuk mengukur rata-rata, median, modus, nilai maksimum, nilai minimum, jangakauan (range), dan standar deviasi. Berikut adalah hasil hari ketentuan pada penyebaran data:

Tabel 4.2 Standar Nilai Hasil Ketentuan

Pemusatan Data

N��� Valid

21

����� Missing

0

Mean

78.80

Median

75.00

Mode

75.00

Std. Deviation

11.20

Range

36.00

Minimum

60.00

Maksimum

96.00

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan ouput yang didapat dengan bantuan aplikasi SPPS 29.0 yang mana data diperoleh nilai mean menunjukan rata-rata seluruh data adalah 78.80, median ialah nilai tengah yaitu 75.00, modus ialah nilai yang paling sering muncul 78.00, std deviasi 11.20 yang menunjukan seberapa banyak variansi atau penyebaran data nilai dari rata-rata, range adalah selisis antara nilai maksimum 96.00 dan nilai minimum 60.00 yaitu menunjukan 36.00 seberapa besar rentang data, nilai minimum dan nilai maksimum menunjukan batas bawah dan atas masing-masing 60.00 dan 96.00.

Analisis data hasil penelitian ini dalam menulis karangan narasi adalah proses di mana data nilai yang telah dikumpulkan dari tes uraian di masukan ke dalam beberapa kategori. Tujuan dalam kategori ini untuk membagi nilai kedalam kemampuan siswa dalam menulis karangan narasi dan memungkinkan peneliti untuk melihat proposi siswa dalam setiap tingkatan kemampuan menulis karangan narasi, dan tujuan frekuensi untuk menghitung jumlah siswa dalam setiap kategori.

Tabel 4.3 Data Hasil Frekuensi Penelitian

Interval

Frekuensi

60-67

3

68-75

8

76-83

4

84-91

3

92-100

3

JUMLAH

21

 

Tabel 4.4 Presentase Kriteria KKM Siswa

Perolehan Nilai

Frekuensi

Presentase (%)

Nilai� ≥ 65

Tuntas

85,71%

Nilai < 65

Tidak Tuntas

14,28%

�����������

����� Berdasarkan hasil yang di peroleh dapat di lihat dari kategori nilai interval siswa yang mana siswa dikatakan tuntas atau tidaknya dapat di lihat berdasarkan nilai KKM.Siswa yang mencapai nilai lebih dari 65 maka siswa di katakan tuntas, bisa di lihat dari presentase 85,71% siswa yang mencapai nilai ketuntasan yaitu 18 orang. Sedangkan nilai dibawah KKM dianggap belum tuntas atau ketuntasan belum tercapai, dapat di lihat dari presentase 14,28% siswa belum mencapai kentuntasan yaitu 3 orang.

����������� �� Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti pada saat menerapkan strategi pembelajaran literasi yang dapat dinilai oleh observer yaitu guru kelas. Peneiti telah menerapkan strategi pembelajaran literasi yang sesuai

dengan kisi-kisi yang dimana guru telah menyiapkan bahan ajar, dan guru telah

menggunakan teks multimoda sebagai literasi dan mengaitkan lingkungan sekitar, dan ada sebagian siswa aktif menjawab ketika guru bertanya sebuah pertanyaan.

 

B. Uji Prasyarat

Uji prasyarat dalam penelitian ini adalah untuk menguji normalitas pada suatu data yang di peroleh. Uji normalitas merupakan langkah menganalisis dalam data secara spesifik. Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak. Berikut ini hasil uji normalitas berbantuan aplikasi SPSS Statistik 29.0.

Tabel 4.5 Hasil Uji Test Of Normality

Tests of Normality

 

Shapiro-Wilk

 

Statistic

Df

Sig.

 

posstest

.926

21

.116

 

 

Kriteria pengujian normalitas jika nilai signifikansi ≥ 0,05 maka distribusi adalah normal (simetris) dan apabila jika data nilai signifikansi < 0,05 maka distribusi tidak normal (tidak simetris).

Pada penelitian ini menggunakan uji normalitas Shapiro -wilk yang mana pada sampel ini kurang dari 50 ialah sebanyak 21 orang. Sesuai dengan hasil perhitungan SPSS 29.0 yang mana data signifikansi diperoleh ialah 0,116 yang artinya lebih dari sama dengan 0,05 maka data berdistribusi normal.

 

C. Uji Hipotesis

Uji hipotesis di gunakan untuk menguji kebenaran suatu pernyataan secara statistik dan memberikan kesimpulan menerima atau menolak (Setyawan, 2014). Sebelum melakukan uji hipotesis yaitu melakukan uji prasyarat atau uji normalitas sebagai syarat uji parametrik. Setelah di lakukan uji normalitas seperti yang telah di lakukan sebelumnya, angka menunjukan berdistribusi normal yang berarti akan di gunakan uji parametrik.

 

Tabel 4.6 Hasil Uji T

One-Sample Test

 

Test Value = 65

T

Df

Sig.

Mean Difference

95% Confidence Interval of the Difference

(2-tailed)

Lower

Upper

POSTTEST

5.650

20

.001

13.80952

8.7109

18.9081

Berdasarkan output yang didapat dari pengujian One sample test melalui bantuan aplikasi SPPS 29.0 diketahui nilai sig.(2-tailed) sebesar 0.001 yang artinya kurang dari 0,05. Maka pengujian hipotesis �ditolak dan �diterima. Jadi dapat di simpulkan bahwa keefektifan strategi pembelajaran literasi terhadap menulis karangan narasi siswa di kelas IV SD Negeri Srikaton.

Berdasarkan hasil uji hipotesis dalam penelitian ini yaitu untuk melihat keefektifan strategi pembelajaran literasi terhadap menulis karangan narasi siswa� di SD Negeri Srikaton, yang mana siswa bertujuan untuk mencapai nilai ≥ 65. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa strategi pembelajaran literasi efektif terhadap menulis karangan narasi siswa di kelas IV SD Negeri Srikaton memperoleh nilai rata-rata sebesar 78.80.

Berdasarkan hasil penelitian, guru telah menggunakan strategi pembelajaran literasi, yaitu(1)menyiapkan bahan untuk literasi yang berupa teks multimoda, (2)kegiatan literasi selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Maka dari itu guru perlu melakukan kegiatan literasi untuk meningkatkan minat membaca dan menulis dengan memberikan masukan tentang manfaat dari kegiatan literasi, membiasakan siswa dengan literasi selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Literasi membaca yang dimiliki pelajar diindonesia tergolong rendah, terlebihnya dalam membaca dan memahami teks, maka dari itu perlu meningkatkan literasi, karena kegiatan literasi ini sangat penting di terapkan sejak usia dini sehingga anak akan membiasakan dirinya untuk membaca dan menulis(SEPTIANA, n.d.).

Berdasarkan kajian analisis data yang di lakukan oleh peneliti menunjukan hasil bahwa data signifikan, pada penelitian ini tidak menggunakan uji homogenitas karena pada desain penelitian yang di gunakan adalah one shot case study design, yang mana peneliti ini langsung menggunakan pengujian hipotesis one sample test(Saenab et al., 2019). Berdasarkan perhitungan uji one sample test melalui aplikasi SPPS statistic 29.0 di peroleh nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,001. Bedasarkan kriteria pengambilan keputusan pada penelitian ini yang menjelaskan bahwa �Strategi Pembelajaran Literasi Efektif terhadap Menulis Karangan Narasi Siswa di Kelas IV SD Negeri Srikaton� terdapat bukti yang cukup untuk mendukung bahwa ada signifikansi antara variabel yang diuji.

Penelitian yang dilakukan oleh Kurnia Palupi berjudul �Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Berbahasa Jawa Melalui Strategi Menulis Terbimbing Di Sekolah Dasar� dengan tujuan untuk meningkatkan proses dan keterampilan menulis karangan narasi berbahsa Jawa dengan menerapkan strategi menulis terbimbing pada siswa kelas III SD Negeri Beji. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi menulis terbimbing dapat meningkatkan proses dan keterampilan menulis karangan narasi berbahasa Jawa siswa kelas III SD Negeri Beji. Penelitian yang dilakukan oleh Syuria M. Purap dan Agung Purwono berjudul �Pengaruh Program Literasi Terhadap Keterampilan menulis Siswa Kelas IV A MI Darussalam Pacet Mojokerto� dengan tujuan untuk meningkatkan program literasi siswa dalam keterampilan menulis siswa kelas IV A MI Darussalam pacet Mojokerto. Hasil penelitian diperoleh dengan melakukan uji SPSS berupa uji hipotesis dengan hasil nilai signifikan sesuai dengan dasar keputusan dari uji hipotesis yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara program literasi dan keterampilan menulis siswa. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Aprilia Dini Puspitaningrum berjudul �Pengaruh Literasi dan Kaidah Ejaan Terhadap Kemampuan Menulis Narasi Siswa Kelas V SDN gugus Kresna Kecamatan Semarang Barat� dengan tujuan untuk (1) mengetahui pengaruh literasi terhadap kemampuan menulis narasi, (2) mengetahui pengaruh kaidah ejaan terhadap kemampuan menulis narasi, dan (3) mengetahui pengaruh literasi dan kaidah ejaan terhdap kemapuan menulis narasi. Hasil penelitian ini berupa (1) adanya pengaruh literasi terhadap kemampuan menulis narasi dengan nilai signifikan lebih kecil dari nilai ketentuan keakuratan data (2) terdapat pengaruh kaidah ejaan terhadap kemampuan menulis narasi dengan nilai thitung lebih besar dari nilai signifikan sehingga data berkontribusi di terima dan (3) terdapat pengaruh literasi dan kaidah ejaan terhadap kemampuan menulis narasi dengan nilai Fhitung lebih besar dari nilai signifikan(Susanti, n.d.).

�(Peningkatan dalam menulis karangan narasi ini, karna guru sudah menerapkan strategi pembelajaran literasi yang mana siswa dapat menyusun ide pokok dan mengembangkan menjadi karangan yang baik. Sesuai dengan pendapat ahli bahwa strategi pembelajaran literasi penting untuk menumbuhkan pembaca yang baik dan kritis dalam bidang apapun, strategi pembelajaran literasi bertujuan untuk menerapkan strategi literasi yang dapat mengembangkan kemampuan dalam pemantauan pemahaman teks (siswa merekam pemahamannya sebelum, ketika, dan setelah membaca), dan penggunaan sebagai modal selama pembelajaran literasi (Wati & Sudigdo, 2019). Tujuan utama penggunaan strategi pembelajaran literasi adalah untuk membangun pemahaman siswa, keterampilan menulis, dan keterampilan komunikasi secara menyeluruh, Hal ini akan pengembangan karakter dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

�Menurut para ahli literasi juga merupakan suatu keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan dalam membaca dan menulis, dimana keterampilan yang dimaksud� dari siapa keterampilan tersebut diperoleh, dan bagaimana cara memperolehnya (Gustini et al., 2016). Dengan adanya literasi siswa mampu mengembangkan tingkat kata yang berupa ejaan dan kosakata, pada tingkat kalimat berupa tanda baca, dan pada tingkat teks mencangkup pemahaman teks.�

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah di paparkan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa strategi pembelajaran literasi terhadap menulis karangan narasi siswa di kelas IV SD Negeri Srikaton termasuk dalam kategori sangat baik dan baik dengan rata-rata 78,80. Berdasarkan perhitungan uji one sample test melalui aplikasi SPPS statistic 29.0 di peroleh nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,001. Dapat di simpulkan bahwa pada penelitian ini hipotesis alternatif () diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa �Strategi Pembelajaran Literasi Efektif terhadap Menulis Karangan Narasi Siswa di Kelas IV SD Negeri Srikaton�.

 

BIBLIOGRAFI

Aryani, W. D., & Purnomo, H. (2023). Gerakan Literasi Sekolah (Gls) Dalam Meningkatkan Budaya Membaca Siswa Sekolah Dasar. Jemari (Jurnal Edukasi Madrasah Ibtidaiyah), 5(2), 71�82.

Ginting, R. R., Ginting, E. V., Hasibuan, R. J., & Perangin-Angin, L. M. (2022). Analisis Faktor Tidak Meratanya Pendidikan Di Sdn0704 Sungai Korang. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(04), 407�416.

Gustini, N., Rohaniawati, D., & Imani, A. (2016). Budaya Literasi (Model Pengembangan Budaya Baca Tulis Berbasis Kecerdasan Majemuk Melalui Tutor Sebaya). Yogyakarta: Deepublish.

Harimulyo, M. S., Prasetiya, B., & Muhammad, D. H. (2021). Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Risalatul Mu�awanah Dan Relevansinya. Jurnal Penelitian Ipteks, 6(1), 72�89.

Haris, M. (2015). Pendidikan Islam Dalam Perspektif Prof. Hm Arifin. Ummul Qura, 6(2), 1�19.

Novita, M., Halidjah, S., & Uliyanti, E. (2018). Pengaruh Model Picture And Picture Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Narasi Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (Jppk), 8(10).

Pranoto, N. (2015). Creative Writing: 72 Jurus Seni Mengarang. Primamedia Pustaka.

Purwanto, A., Rugaiyah, R., & Madhakomala, M. (2023). Studi Literatur: Efektivitas Gerakan Literasi Dalam Meningkatkan Sumber Daya Peserta Didik Di Sekolah Dasar. Sosmaniora: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 122�129.

Restian, A., Yayuk, E., & Ekowati, D. W. (2023). Analisis Konstruksi Flipchart Literasi Numerasi Merdeka Belajar Dengan Pendekatan Educational Art. Journal On Teacher Education, 4(3), 784�794.

Saenab, S., Yunus, S. R., & Husain, Ih. (2019). Pengaruh Penggunaan Model Project Based Learning Terhadap Keterampilan Kolaborasi Mahasiswa Pendidikan Ipa. Jurnal Biology Science & Education, 8(1), 29�41.

Saomah, A. (2017). Implikasi Teori Belajar Terhadap Pendidikan Literasi. Medan: Http://Repository. Usu. Ac. Id.

Septiana, A. Y. U. N. U. R. A. (N.D.). Strategi Taman Baca Masyarakat (Tbm) Karya Mulya Dalam Meningkatkan Minat Baca Di Mata Merah Sematang.

Setyawan, D. A. (2014). Hipotesis. Kementerian Kesehatan Ri Politeknik Kesehatan Surakarta, 2.

Susanti, E. (N.D.). Penggunaaan Media Gambar Kartun Pada Materi Narasi Kelas Vii Mts. Al-Hikmah Curug Kab. Tangerang Tahun Pelajaran 2019/2020. Jakarta: Fitk Uin Syarif Hidayatullah Jakarta.

Wati, S. H., & Sudigdo, A. (2019). Keterampilan Menulis Karangan Narasi Sejarah Melalui Model Pembelajaran Mind Mapping Bagi Siswa Sekolah Dasar. Prosiding Seminar Nasional Pgsd Ust, 1.